Dongeng fabel sunda gagak hayang kapuji

  Dongeng Fabel Sunda Gagak Hayang Kapuji

Kisah bermula ketika seekor burung gagak mencuri dendeng dari tempat penjemuran. Gagak lalu terbang sembari memakan dendeng ke pohon dadap di samping desa. Pada waktu yang bersamaan, seekor anjing melihat gagak yang sedang memakan dendeng. Karena dendeng merupakan makanan kesukaannya, maka anjing tersebut mendatangi si gagak. Namun setelah sampai di atas pohon, si gagak tidak melirik sama sekali ke arah si anjing.

Anjing pun berpikir keras mencoba mencari akal agar ia bisa mendapatkan dendeng tersebut. la kemudian bergumam, "Ada seekor burung yang bagus sekali, pematuknya panjang, bulunya hitam namun sangat halus. Burung apa ya namanya? Sepertinya tidak akan ada tandingannya jika dibandingkan dengan cendrawasih pun juga takkan kalah."

Ucapan anjing tersebut awalnya tidak didengar. Namun setelah terdengar ucapan 'tidak akan kalah oleh cendrawasih' si gagak merasa gembira sekali.

Awalnya si gagak sempat memberitahu kepada anjing bahwa cendrawasih adalah burung paling bagus. Namun anjing tetap berkata bahwa dialah burung yang paling bagus.

Karena sangat gembira dengan pujian yang diberikan si anjing, gagak kemudian berpikir membagi dua dendeng yang dimilikinya. la kemudian berusaha membagi dua dendeng tersebut, namun ternyata sulit dilakukan.

Dari bawah pohon, anjing dapat melihat wajah gagak yang berseri-seri setelah mendapat pujian darinya. la berpikir bahwa usahanya berhasil.

Anjing kemudian berkata lagi, "Sebetulnya aku berteman dengan burung yang begitu bagus sepertimu. Namun aku sadar diri, aku hanyalah makhluk yang hina. Karena sepanjang hidupku, aku harus tidur di tangga rumah, dan kadang-kadang memakan sisa makanan. Jadi biarpun aku tidak bisa berteman denganmu, setidaknya aku bisa mendengar suaramu agar aku tidak begitu penasaran."

Setelah mendengar pujian dari anjing yang begitu enaknya, si gagak lupa sedang memakan dendeng. Sehingga ketika ia berbunyi "Gaak gaaak", pematuknya menganga dan kemudian dendeng itu jatuh.

Anjing yang sudah bersiap di bawah cepat-cepat mengambil dendeng itu dan lalu memakannya di tempat yang kotor.

Bahkan gagak yang menyesali perbuatannya pun tidak diperdulikan oleh anjing. Si gagak hanya bisa terdiam di dahan pohon.

la baru mengerti bahwa anjing memujinya habis-habisan dikarenakan ingin memakan dendeng miliknya. Si gagak kemudian memutuskan untuk terbang ke arah pohon bambu untuk mencari ulat sebagai pengganti dendeng yang sudah disambar oleh anjing.


•Pesan moral: Cerita gagak yang ingin dipuji

tersebut memberikan banyak pesan moral yang dapat Bunda ajarkan kepada Si Kecil. Bahwa ketika memiliki makanan berlebih, maka alangkah baiknya untuk berbagi ke sesama. Dan janganlah kita menjadi orang yang besar kepala saat dipuji sedikit oleh orang lain, jadilah seseorang yang selalu bersikap rendah hati.


•Watak tokoh dan latar cerita: Berdasarkan

cerita Gagak yang Ingin Dipuji, berikut watak setiap tokohnya:


•Gagak memiliki watak yang besar kepala dan mudah terpengaruh.


•Anjing memiliki watak banyak akal dan cerdik.


•Latar cerita:


•Latar tempat: tempat menjemur dendeng dan pohon dadap.


•Latar waktu: siang hari.


•Latar suasana: mengejutkan.

Komentar

Postingan Populer